Mimpi
Rencana
Usaha
Nyata
Semua Berproses
Sukses buat para dreamers







Selasa, 15 November 2011

Terlambat Mengerti (on the way)

Terlambat Mengerti itu adalah judul novel pertama saya. On the way di dalam kurung itu maksudnya sedang dalam proses percetakan dan pengiriman dari tempat percetakannya ke rumah saya yang memakan waktu kira-kira 10 hari kerja, terhitung mulai hari ini.

Mereka tidak menyebut diri mereka sebagai penerbit. Dan artinya kita masih punya hak publish  terhadap buku itu atas diri kita sendiri. Disini juga pakai sistem Self Publishing. Jadi kita sendiri yang kudu masarin buku-buku yang kita terbitin lewat website itu. Dengan sistem ini, saya tidak berharap banyak atas hasil penjualan kelak, yang penting saya mencoba berbagi tulisan aja, daripada tua di laptop. Hehehe.. Tapi kalau ternyata banyak yang suka, Alhamdulillah cihuy banget lah ya.. Amiiiiiiiiinnnnn... :)

Jadi nanti setelah saya memegang cetakan pertama itu, terus diliat-liat lagi apa ada yang harus di revisi, baru kemudian novel Terlambat Mengerti bisa dibeli oleh siapa saja.

Simpen money kalian dulu ya, buat beli novel pertama saya. 
Dan kalian akan jadi bagian dalam sejarah dunia penulisan saya... ^-^
(end)

Proyek Nulis


#11Projects11Days adalah proyek menulis pertama yang saya ikuti dalam rangka merayakan ultah pertama dari nulisbuku[dot]com.

Jadi, dalam 11 hari ada 11 tema berdasarkan lagu-lagu yang telah dipilih admin. Ada banyak penulis yang ikut serta dalam proyek ini dan banyak dari mereka juga yang ikut dihampir semua tema tulisan. Kebetulan saya hanya sempat mengirim 1 saja. Hehe.. Dan syukurnya satu-satunya tulisan saya itu lolos seleksi sehingga berhasil masuk di buku Bimbang (buku 2).

Tema yang saya ikuti adalah Bimbang berdasarkan lagu dari Melly Goeslaw yang berjudul sama yaitu Bimbang.

Senang rasanya bisa ikutan proyek nulis itu. Dan ini membangkitkan jiwa menulis saya kembali setelah sekian lama tersimpan dan tidak diasah lagi.

Bagi kalian yang tertarik untuk memiliki buku ini, silakan beli di sini.

Royalti penulis seluruhnya akan disumbangkan untuk kegiatan amal/sosial.
(End)

Senin, 14 November 2011

Terkirim

Dengan berbagai pertimbangan. Perasaan yang campur aduk antara ingin melihat Novel saya terpampang dalam situs nulisbuku.com dan bisa dimiliki oleh siapa saja dan takut tidak ada yang menerima hasil karya saya. Namun akhirnya saya beranikan diri juga mengupload naskah itu dan berhasil! Yey!

Sekarang tinggal menunggu, buku pertama saya order untuk mengetahui hasil printnya seperti apa. Tapi itu belum saya lakukan berhubung sedang menunggu buku dari #11projects11days dari situs yang sama hari kesepuluh buku 2 siap diorder juga. Berhubung tulisan saya juga ada di buku itu. Jadi biar sekalian aja gitu. Hehehe...

Ah, akhirnya...

Saya benar-benar gugup diawal ketika mengisi form peng-upload-an naskah.
Entahlah, saya selalu seperti itu ketika ingin memulai sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.

Berarti sekarang saatnya menunggu lagi. Menunggu buku #11projects11days bisa diorder. Terus order 2 buku sekalian (dengan buku saya).

Semoga semua akan baik-baik saja. ^-^
(end)

Mari Berbaik Sangka

Banyak masalah yang kalian hadapi sebagai rakyat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia umumnya. Mulai dari masalah sosial yang terus beranak pinak, masalah kultur dan budaya yang dikatakan menuju masa pendewasaan, masalah kepercayaan terhadap Sang Pencipta yang semakin langka dan masalah alam yang mulai berontak.
Mengapa masalah-masalah itu ada?
Karena inilah kehidupan.
Bisakah masalah itu hilang?
Tidak. Diminimalisir mungkin iya. Tapi tergantung kalian sebagai pelaksana kehidupan.

Masalah timbul karena kita. Oleh karena itu kalianpun akan merasakan akibat yang ditimbulkan.
Jangan berusaha mencari penyebab masalah diri kalian pada orang lain. Lihatlah contoh kecil berikut:
Ketika seseorang tanpa sengaja menyenggol sebuah cangkit yang berada di atas meja hingga cangkir itu jatuh dan pecah, bukannya dia menyesali kelalaiannya karena tidak berhati-hati malah mencari siapa yang telah menaruh cangkir itu di atas meja. Dia akan terus mengumpat hingga menemukan siapa orangnya. Kemudian dia akan menceramahi orang itu tentu saja dengan nada membentak.

Haruskah dia seperti itu?
Mengapa dia seperti itu?
Jawabnya adalah karena dia tidak pernah mau mengakui kesalahannya. Dia bukan orang yang hati-hati dan dia termasuk orang yang egois.
Andai saja dia berhati-hati, dia tidak akan menjatuhkan cangkir itu hingga cangkir itu pecah, dia tidak akan perlu mencari siapa yang telah menaruh cangkir itu di atas meja dan dia tidak harus mengumpat. Dan kalaupun telah terlanjur terjadi (cangkir pecah) dia tidak perlu memaki orang lain atas kesalahannya sendiri. Andai dia mau mengakui kesalahannya.

Sekarang yang menjadi masalah adalah keegoisan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf sudah semakin langka. Dunia berontak akibat ketidakhati-hatian manusia. Kini manusia tidak mau mengakui kesalahnnya dan berusaha berbuat sesuatu yang lebih baik. Manusia itu justru mencari manusia lain untuk disalahkan. Inilah yang selalu terjadi di sisi bumi manapun. Hanya sebagian kecil orang yang mau mengakui kesalahnya. Sebagian kecil. Sangat kecil. Hingga tidak terlihat karena tertutup oleh berjuta-juta manusia yang egois.

Banjir tidak akan parah andai saja manusia tidak membuang sampah anorganik sembarangan, hingga menutupi got tempat air mengalir, menutupi pori-pori tanah tempat air diserap dan menghambat jalannya air di sungai. Andai saja manusia tidak menebang pohon sembarangan, kemungkinannya sangat kecil akan terjadinya tanah longsor, kekeringan tidak akan melanda dan kehidupan makhluk hidup lainnya tidak akan tertanggu.

Kini setelah semua bencana terjadi, manusia masih mencari orang lain untuk disalahkan.
Mengapa kalian tidak instrospeksi diri?
Memperbaiki kesalahan yang kalian perbuat. Siapa tahu masalah akan terminimalisir.
Siapa tahu?!
Berbaik sangkalah.
Kembali pada Tuhan.
Siapa tahu ini semua teguran karena kelangkaan manusia beribadah kepadaNya.
Mintalah padaNya dengan begitu Dia akan memberi.
Jangan lupa jalankan kewajiban. Jangan hanya menuntut dong!!!

sebuah surat dari 4L13N
(end)

Kamis, 10 November 2011

Pekerjaan Baru

Rencananya besok mau masukin lamaran kerja ke sebuah perusahaan di Banjarmasin. Sebenarnya beberapa bulan yang lalu saya juga sempat ditawarin untuk kerja di situ oleh seorang kakak tingkat sewaktu kuliah. Tapi berhubung saat itu mau memasuki bulan Ramadhan dan kebetulan saya baru menangani proyek baru di KAP, jadi saya menolak secara halus untuk memasukkan lamaran kerja di sana. Terus tadi siang ada teman yang memberitahu saya kalau di sana lagi diperlukan seorang accounting. Berhubung sekarang pekerjaan saya juga tidak jelas juntrungannya, jadi apa salahnya saya coba untuk memasukkan lamaran kerja di sana.

Saya sih berharap dipekerjaan itu nanti saya bisa betah terutama dengan lingkungan dan beban kerjanya. Dengan tipikal orang yang sulit beradaptasi di lingkungan baru, mungkin agak sedikit canggung nantinya di sana pada awalnya. Tapi semoga saja mereka bersikap welcome sama saya sehingga membuat saya lebih merasa nyaman. Itu juga kalau lamaran saya diterima. Hehehe..

Di perusahaan terakhir kemarin, sekitar satu tahun yang lalu, saya hanya sanggup bertahan beberapa hari, masih dalam tahap percobaan kala itu. Semacam tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan dan ada peraturan yang tidak bisa saya ikuti.

Semoga saja di perusahaan yang baru ini nanti, saya bisa lebih survive untuk 1, 2 atau 3 tahun ke depan, atau lebih malah. Waulahualam.. :)
 Yang pasti saya mencoba untuk tidak mudah menyerah lagi sekarang.

Terus kerjaan di KAP gimana?
Saya juga ngga tahu. Sampai sekarang saya masih belum dapat kabar sejak tugas saya di proyek terakhir telah saya selesaikan. Nanti dihubungi lagi, kata ketua tim ketika saya bertanya padanya. Jadi saya menunggu saja di rumah. Dan sampai sekarang sudah lewat dari kontrak kerja, saya masih tak jua mendapat kabar. Saya bosen. Makanya ketika ada teman yang nawarin kerjaan, saya coba aja dulu. Dari pada diem terus di rumah nunggu sesuatu yang tidak jelas.

Ngajar?
Jum'at dan Sabtu, satu setengah jam setiap kali pertemuan. Terlalu banyak waktu luang kalau saya hanya berfokus pada pekerjaan itu. Terlebih saya juga masih belum yakin mampu mempertahankan pekerjaan itu dengan baik atau tidak.

Belum ada pengalaman di bidang pekerjaan baru yang akan saya geluti. Perlu belajar lagi sepertinya. Semoga saya bisa. Do'ain ya!
I trust myself.
Aku Pasti Bisa!!! ^-^
(End)