Mimpi
Rencana
Usaha
Nyata
Semua Berproses
Sukses buat para dreamers







Senin, 12 November 2012

Uji Adrenalin di Pagi Hari (4 Wali hari ini)

Dinginnya udara pegunungan menemani ku menyambut pagi kali ini, aku lagi ada di Gunung Muria.
Pagi ini setelah sarapan dan memasukkan koper ke bis, dengan berjalan kaki kami menuju pangkalan ojek yg akan membawa kami menuju Makam Sunan Muria di puncak gunung. Perjalanan yg luar biasa. Pernah naik roller coaster? Yah, walaupun aku sendiri sebenarnya belum pernah naik roller coaster tapi aku yakin ini lebih wah daripada itu. Dengan motor gedenya, si tukang ojek membawa ku menuju puncak gunung dengan jalanan yg berliku, penuh tikungan tajam, tebing dan jurang menemani perjalanan dengan kecepatan yg luar biasa (karena kalau lambat bakal ngga naik2 kayaknya). Pasrah dan berserah pada Allah SWT adalah cara terbaik untuk menenangkan jantung yg berdegup kencang saat itu. Karena tidak biasa merangkul orang yg memboncengi naik motor, aku berpegang erat pada bagian belakang motor.

Sesampainya di titik pemberhentian, rasa syukur ku panjatkan kehadiratNya. Alhamdulillah. Sampai juga akhirnya. :')
Pulang dari makam rencananya aku dan mama pengen turun lewat tangga aja, kebetulan mama sudah pernah ke sana juga tahun lalu, tapi oleh panitia, kami dilarang karena takut kecapean dan juga diburu waktu, hari ini ada banyak tempat lagi yg harus kami kunjungi. Oke lah. Niat hanya tinggal niat. Maybe someday aku bisa ngerasain turun tangga muria. Kami naik ojek lagi, tapi ngerinya tidak seperti di awal tadi, walau tetep menguji adrenalin juga sih.
Mama sempat beli tas juga begitu telah tiba di bawah, tak jauh dari parkiran bis.
Dari Makam Sunan Muria kami bertolak menuju Makam Sunan Kudus. Setelah bis terparkir di tempatnya aku dan mama memilih naik becak dari berbagai alternatif tumpangan untuk sampai di kawasan Makam Sunan Kudus. Sementara untuk pulangnya kami bersama yg beberapa orang lainnya naik angkutan kota alias angkot.
Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Makam Sunan Kalijaga. Parkir bis dekat dengan kawasan makam sehingga kami hanya perlu berjalan kaki untuk mencapainya. Makam tidak sepenuh prediksi mama, karena tahun kemarin waktu dia ke sana, rombongan sampai tidak bisa duduk lantaran dipenuhi para peziarah katanya. Tapi berbeda dengan kali ini walau ada rombongan peziarah lain, tapi kami masih bisa duduk di sana. Ini pertama kali juga aku ke sana karena selama 2 kali sebelumnya aku hanya ziarah ke makam 5 wali (liat post kemarin), tapi entah kenapa aku merasa telah pernah mengunjungi tempat itu (Makam Sunan Kalijaga) sebelumnya. Mungkin karna pernah liat photonya, atau apa lah ya. Entah. Tapi tempat itu, kawasan itu berasa ngga asing aja. Di sini kami juga sholat berjamaah jamak takdim qashar djuhur dan ashar.

Dari Demak kami menuju Jawa Barat tepatnya ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Hari sudah malam ketika kami tiba di sana. Sebelumnya kami diingatkan untuk lebih berhati-hati dengan barang bawaan kami dan agar tidak terpisah dengan rombongan, berhubung hari telah gelap.

Malam ini kami menginap di Indramayu. Sebuah penginapan yg cukup luas dan banyak kamar mandi dan toilet.
Oh iya sampai lupa, tadi pagi aku kehilangan kunci koper ku, mama merasa udah ngasih kuncinya ke aku sementara aku merasa ngga ada nerimanya. Sepanjang perjalanan kami berharap kunci itu terselip dan nanti bisa ketemu. Tapi ternyata setelah di penginapan malam ini dan dicari-cari lagi, ternyata tu kunci emang telah raib entah kemana. Alhasil demi bisa mengakses isi koper, gemboknya dibuka paksa, dan tidak bisa digunakan lagi. Baju kotor kami alihkan ke koper itu dan baju-baju yg masih belum di pakai dioper ke koper mama. At least seandainya tu koper ada yg ngacak-acak atau ilang, baju yg udah bekas pakai yg bakal ditemuin,  ya toh! Hehe...
Oke, saatnya istirahat. Besok mau meninjau (ceileh..haha) ibu kota negara alias Jakarta. Mau tahu segimana sih macetnya Jakarta itu. Hoho...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar